Sometimes your life on above (glory, victory, happiness) Sometimes your life on below (sadness, failure). Sometimes your life in the middle. so flat.
Kamis, 19 Agustus 2010
Story of ABCD (1st day)
Gue dianterin bokap ke Potato Camp. Perjalanan lumayan macet. Kayaknya dua tahun lagi jalanan di Jakarta bakal ngalamin totally stuck. Setelah perjalanan 1 jam akhirnya gue sampai di Potato Camp. Gue berdiri di depan gerbang. Di halaman udah banyak orang-orang yang ngumpul. Eh sebentar! Kok banyak ya? Perasaan pesertanya cuma 20 orang? Tapi ini kira-kira ada 50an orang?
Apa jangan-jangan mereka semua itu jin? Apa tiba-tiba gue punya six sense??
Tapi disana gue liat Zei dan Wicky lagi ngobrol berdua. Langsung aja gue samperin. Sambil ngenggerek koper gue yang gede gue teriak manggil nama mereka.
"Zeiii..! Wickkky..! Help me dong! Beraaaat nih!".
Gue teriak-teriak kayak penjajah dagangan kaki lima. Wicky dengan gentleman nya nyamperin gue dan bantuin gue bawa koper.
"Aduh si mbak, badan kecil tapi kopernya gede banget. Hahaha". Si Wicky malah ngledek gue.
"Sial lo. Eh nanya dong. Ini kok rame banget ya? Bukannya pesertanya cuma 20 orang??" Gue nanya dengan nada ragu. Takutnya cuman gue yang ngeliat rame padahal kenyataannya sepi.
Zei pun ngejawab, " Ohh.. ini kan gabung sama model-model yang bakal kita fotoin nanti, Bie".
"Ooooh bagus deh, gue kira jin". Gue lega banget dengernya kalau ini semua masih manusia.
Tapi Zei dan Wicky bingung dengan ucapan gue tadi dan serentak mereka berdua nanya. "Hah? Jin??".
"Ahhhh.. hehe, nggak nggak. Eh gue ke toilet dulu ya. Kebelet gue!" Gue pun mengalihkan pembicaraan biar nggak disangka kelainan. Dan kebetulan gue kebelet pipis banget.
Gue cari-cari toiletnya dimana. Akhirnya ketemu. Tapi pas gue mau belok, gue nabrak seorang cowo. Ini gara-gara gue terlalu kebelet jadinya gue nggak liat jalan. Tapi nggak tau kenapa, gue kayak terhipnotis pas ngeliat dia. Orangnya tinggi, charming banget dan wajahnya bener-bener cool.
Gue pun kembali sadar dan langsung minta maaf. "Eh sorry sorry! Gue nggak sengaja". Kata gue dengan cepat.
Tapi apa reaksi cowo itu? Dengan angkuhnya dia ngepak-ngepakkin bajunya. Seakan-akan dia kayak abis ketabrak truk tinja.
Dan akhirnya dia ngomong.. "Hati-hati makanya!". Dia bicara dengan nada ketus. Dan langsung pergi. Sedangkan gue masih diem mematung. Rasanya campur aduk. Gue terpesona tapi saat itu juga gue kesel dan gondok sama sikap cowo tak dikenal itu. Huh, segitunya banget! Lagian gue kan nggak sengaja.
Masih dalam perasaan campur aduk, gue pun langsung menuntaskan hajat yang tertunda tadi (baca: pipis). Pastinya gue lakuin itu di toilet. Setelah lega, gue pun kembali ke halaman. Dan nggak lama setelah itu, semua udah terkumpul. Setelah diabsen satu persatu, kami semua naik ke dalam bus. Gue ambil posisi di pinggir kaca. Dan sebelah gue adalah si Wicky. Sedangkan Zei ada di depan gue bersama peserta lainnya.
Bus pun berjalan. Di perjalanan, Wicky sibuk ngemil sama makanan yang dia bawa. Krauuk.. krauuk. Mulut Wicky ngeluarin bunyi berisik gara-gara dia ngemil keripik kentang. Sedangkan gue cuma bengong ngeliat pemandangan di jalan. Tiba-tiba gue kepikirin insiden toilet tadi. Hmm, apa segitunya ya kalau ketabrak orang? Apa gue terlihat menjijikan sampai-sampai cowo itu ngepak-ngepakkin bajunya dan judes banget. Spontan gue langsung nanya Wicky tentang diri gue.
Dengan gerakan cepat, gue langsung puter badan dan natap Wicky.
"WICKY!" kata gue dengan tegas.
Wicky yang lagi asik ngemil SHOCK ngeliat gue muter badan dengan cepat dan manggil nama dia. "Ke..kenapa lo?"
Gue pun menyusun kalimat tentang hal yang mau gue tanyain. "Hmm.. menurut elo, gue ini menjijikan nggak sih? Dan kalau gue giniin elo.." gue nepok-nepok pundaknya make kedua tangan gue.
"Lo bakal jijik dan ngepak-ngepakkin baju elo nggak, Wick?". Tanya gue serius.
Wicky cuma bengong dan ketawa sejadi-jadinya!
"Hahahahaha, elo kenapa sih, Bie? Aneh banget?!". Wicky masih ngakak.
Kampret nih orang, gue nanya malah diketawain. Gara-gara ketawa Wicky yang kekencengan, si Zei yang di bangku depan ngelemparin snack Taro.
"Gue serius Wickyyyy!!! Argggghh!!!"
Akhirnya dia bisa berhenti ketawa dan nanya lagi. "Iya iya. Lo nggak menjijikan kok, Bie. Kecuali kalau elo makan pup lo sendiri, baru deh tuh! Kenapa sih emangnya? Lagian aneh-aneh aja sih pertanyaan lo". Wicky penasaran.
Akhirnya gue jelasin aja kejadian tadi. Gue ceritain semuanya. Wicky malah nganggep kalau cowo itu lebay banget responnya. Ternyata pemikiran Wicky sama kayak gue. Dan Wicky bilang, gue nggak usah mikirin orang yang kayak gitu. Yaudah, gue pun nggak mikirin lagi.
Setelah perjalanan sekitar 3 jam, rombongan Potato Camp sampai juga di Potato Camp puncak. WOW, tempatnya keren banget! Di atas bukit dan view-nya langsung ke arah kaki bukit. Pas gue masuk ke dalam, gue terperangah. Ruangannya gedeeee banget! Di lantai satu ada lounge dan tiga ruang studio foto dengan peralatan yang lengkap banget! Sedangkan di lantai dua ada ruangan wardrobe yang lengkap, ruang lab untuk pengeditan dan beberapa kamar. Dan di lantai tiga khusus untuk kamar. Kamarnya ada banyak dan lengkap! Udah kayak di hotel. Dan di belakang gedung ada kolam renang. KEREN BANGEEET!
*** ***
Jarum jam mengarah di angka 3. Sekarang jam 3 sore. Semua peserta baik peserta photographer dan model disuruh kumpul di aula bawah. Semuanya pada duduk ngebentuk lingkaran, termasuk gue. Dan di tengah-tengah ada Dimas yang lagi bicara. Tapi ada satu hal yang bikin gue shock. Diantara para peserta, gue liat cowo yang jutek itu. Ternyata dia juga model yang ikut!
Dimas pun memulai acara...
"Yak makasih semuanya udah pada kumpul dan rapi. Ini hari pertama kalian semua ada di Potato Camp. Langsung aja ya ke point nya. Sekarang bakal ada pengundian buat para peserta photographer dalam mendapatkan modelnya. Kayak yang udah gue bilang waktu briefing, tiap orang dapet dua model. Satu cewe dan satu cowo. Disini ada dua toples yang isinya nama-nama model yang ada. Kalian ambil satu buat model cewe yang disebelah kanan dan model cowo yang disebelah kiri. Yaudah langsung aja kita mulai ya. Peserta nomor 1 ayo diambil". kata Dimas menyuruh peserta bernomor satu mengambil undian.
Satu persatu tiap peserta mengambil undian dan yang sudah dapat pasangan modelnya berdiri di sebelah kanan Dimas. Gue berdoa semoga model cowo gue bukan si cowo jutek itu! Dan akhirnya tiba giliran gue yang bernomor delapan buat ambil undian.
"Nomor delapan?" panggil Dimas.
Gue pun berdiri, "Iya".
"Ternyata Bebie toh, ayo dipilih dipilih modelnya". kata Dimas niruin suara pedagang kaki lima.
Gue tersenyum dan segera ambil undian model cewe. Dan namanya adalah...
"Chivo! Ayo yang namanya Chivo ke depan sama photographernya". panggil Dimas ke seorang cewe yang bernama Chivo.
Dan orang yang bernama Chivo berdiri diantara model-model yang tersisa. Wow, cantik! Hoki banget gue dapet model cantik!
Kemudian gue pun ambil undian buat model yang cowo. Gue deg-deg-an, semoga bukan cowo itu! Dan namanya adalah..
"Algy! Mana yang namanya Algy? Ayo ke depan". Panggil Dimas.
Orang yang bernama Algy berdiri dan maju ke depan. Dan orang itu berdiri di samping gue. Gue speechless. Ternyata doa gue dikabulin sama tuhan. Cuman bukan hari ini dikabulinnya. Alias gue dapet kebalikannya. Ternyata yang bernama Algy adalah COWO JUTEK ITU! Mimpi apa gue semalaaaaaaaaam?!!
Gue pun berkenalan sama yang namanya Chivo. Dia orangnya ramah. Dan gue juga harus berkenalan dengan cowo jutek itu alias Algy.
"Hai salam kenal, gue Bebie". Gue menyodorkan tangan gue ke Chivo.
Dengan senyum dia membalas jabatan tangan gue, "Sama-sama, mulai hari ini kita partner ya, Bebie" kata Chivo ramah.
Dan gue nyodorin tangan gue juga ke Algy, "H..hai salam kenal ya!" kata gue dengan senyum maksa.
Tapi apa? Algy cuma liatin gue dengan ekspresi dingin dan ngomong, "Nggak usah jabat tangan, elo kan udah denger nama gue siapa dan gue juga udah tau kalau elo adalah photographer gue".
Gue cengo. Langsung aja jabatan tangan gue yang gue kasih ke dia gue tarik lagi. Dan nepok pundak dia lumayan keras, "Ya ampun Algy! (Gue bingung manggil dia apa?) Kaku banget deh lo! Hahaha". kata gue sok asik.
Algy shock liat gue nepok dia lumayan kenceng gitu. Gue sih nyengir aja dan langsung pindah ke samping Chivo dan pura-pura nggak tau. Gue liat Algy mukanya sebel banget dan melotot ke arah gue! Sedangkan gue nahan ketawa ngeliat ekspresinya dan puas bisa bales dendam. Dasar cowo jutek! Hahaha.
Akhirnya semua peserta kebagian model masing-masing. Dan karena ini hari pertama, sekarang waktu bebas. Besok aktifitas padat akan dimulai. Gue pun memilih buat tidur. Dan langsung masuk kamar. Good night!
to be continued...
Minggu, 15 Agustus 2010
Story of ABCD (At Potato Camp)
Setelah pamit sama orangtua gue. Gue pun langsung berangkat dengan mobil gue. Yak, hari ini gue ada briefing di Potato Camp. Tepatnya di daerah Panglima Polim. Ya nggak terlalu jauh lah dari rumah gue. Masih jauhan kampus gue. Hahaha.
Gue pun sampai disana. Gue pun langsung masuk. Tentunya setelah nunjukkin tanda peserta gue ke petugas. Langsung aja gue cari tempat duduk yang enak.
Nggak lama setelah gue duduk. Ada dua orang peserta lainnya yang duduk di sebelah kanan dan kiri gue. Yang satu cewe dan yang satu lagi cowo. Tanpa basa-basi, si peserta cowo itu kenalan sama gue dan cewe disebelah gue.
"Hei, nama kalian siapa?". Tanya si cowo itu dengan ramahnya ke gue dan cewe di sebelah gue.
Gue pun jawab, "Gw Bebie". Dan cewe sebelah gue pun juga jawab, "Gw Zei".
"Wah gokil, nama lo berdua keren-keren! Nama gue Wicky. Salam kenal ya. Hehehe".
Gue dan Zei barengan ngomong, "Sama-sama Wicky".
Wicky asik banget orangnya. Zei pun juga begitu. Kami bertiga udah kayak sahabat lama aja. Obrolan udah nyambung, becanda-canda juga. Padahal baru aja beberapa menit yang lalu kita bertiga saling kenal.
Wicky orangnya gampang berbaur, asik. Zei anaknya manis dan wawasannya dalam bidang photography luas banget. Keren! Gue jadi bisa belajar banyak dari mereka berdua.
Nah, acara briefingnya udah dimulai. Terlihat di depan ada seseorang yang berdiri. Aha, dan ternyata itu si Dimas!
Zei pun nyeletuk gini "Wah ganteng ya itu yang ngomong". Kata Zei dengan tatapan tetap fokus ke arah Dimas.
"Ooh itu Dimas namanya. Dia ketua Potato Camp ini. Emang ganteng sih, Zei". Kata gue.
"Wah! Kok elo kenal, Bie?!"
"Iya, waktu itu dia main ke kampus gue. Dia temannya ketua UKM photography kampus gue. Dan gue sempet ngobrol juga sama dia waktu itu". Kata gue menjelaskan pertemuan gue dengan Dimas.
"Wow, keren! Kapan-kapan kenalin ke gue ya? Ya? Ya?". Zei guncang-guncangin badan gue.
"Hahaha, centil deh lo, Zei. Oke lah kalau ada moment yang pas ya".
"Sipppp. Makasih yaaaa". Zei girang banget.
Karena Zei yang suaranya rada ribut, si Wicky pun ngomelin gue dan Zei. Hahaha. Kita pun kembali fokus dengan informasi-informasi yang dikasih sama Dimas.
Briefing pun selesai. Hasil dari briefing adalah Potato Camp 2011 akan dimulai tanggal 12 Juli 2011. Camp akan diadakan sebulan di daerah puncak. Dan seluruh peserta wajib menyiapkan segala perlengkapan baik pakaian, obat-obatan (bagi yang punya penyakit khusus) dan pastinya perlengkapan kamera.
Oia, ternyata peserta nya terbatas. Cuma 20 orang aja yang bisa ikut. Dan gue salah satu orang yang beruntung bisa ikut. Potato Camp juga berkerjasama dengan agency model amatir. Tiap peserta nanti bakal dapet sepasang model. Satu cewe dan satu cowo. Dan satu photographer dengan sepasang modelnya akan saling bekerjasama sampai masa Camp berakhir. Yang nantinya akan ngebantu tiap photographer buat ber-eksplor dengan skill mereka masing-masing. Dan para model juga sekalian mengeksplor skill mereka dalam dunia modelling. Mutualisme lah istilah kerennya. Hehehe.
Gue, Zei , dan Wicky pun pamit. Zei dan Wicky udah pulang duluan. Gue pun berjalan ke arah parkiran mobil. Tapi nggak sengaja gue ketemu sama Dimas di parkiran.
"Woy Bie, baru mau balik?" sapa Dimas.
"Iya nih, Dim. Lo juga mau balik?" tanya gue balik.
"He-eh nih. Lo balik sama siapa, Bie?"
"Sendiri aja, hehehe".
"Lah yaudah bareng gue aja kalau gitu?".
"Nggak usah Dim, soalnya gue bawa mobil dari rumah".
"Ohh lo bawa mobil. Oke oke kalau gitu. Hati-hati aja ya di jalan. Oia jangan lupa perlengkapan buat Camp. Soalnya kalau ada yang ketinggalan gue nggak nanggung loh?".
"Wough, siaaaap lah kapten! Nggak bakal nyusahin elo kok nanti. Hahaha. Yaudah, gue balik duluan ya, Dim?". Gue pun pamit duluan.
"Haha, oke deh Bie. See ya".
Gue pun masuk ke mobil gue dan segera balik ke rumah.
to be continued...
Story of ABCD (I met with Dimas)
Hari ini cuaca Jakarta sangat panas. Gue yang baru selesai kuliah mesti jalan kaki ke gedung kampus yang satu lagi buat ke sekre photography. Lumayan jauh dari gedung utama. Tapi, karena ada panggilan dari ketua, mau nggak mau gue mesti datang.
Oia, nama gue Bebie. Gue adalah seorang mahasiswi tingkat dua yang hobby banget sama seni photography.
Akhirnya sampe juga gue di sekre. Parah, baju gue udah basah sama keringet. Kayaknya neraka udah mulai bolong itu beneran deh. Ckck.
Disana udah ada bang Egy, ketua UKM photography. Langsung aja gue samperin bang Egy. Tapi ada orang asing disebelahnya. Maksud gue bukan orang bule tapi orang diluar klub. Gue nggak pernah liat orang itu sebelumnya.
"Heiyoo bang, ada apa emangnya?" sapa gue dan gue pun langsung duduk di depan dia.
Dengan tengilnya bang Egy jitak gue dengan gulungan buku. Pletaaak!
"Nah ini dia orangnya dateng!".
"Aduuuh kasar banget ini orang!" gerutu gue sambil ngelus kepala gue yang dijitak.
Bang Egy emang begitu orangnya, jail banget! Gue rasa otaknya udah rada menyimpang, hehehe. Tapi orangnya asik kok.
"Oia Bie, nih kenalan dulu sama temen gue, Dimas".
Gue pun berjabat tangan dengan Dimas.
Bang Egy mulai ngejelasin tentang Dimas. Ternyata Dimas adalah ketua Potato Camp. (Photography Talent Tour Camp). Potato Camp adalah suatu camp tahunan untuk para photographer amatir untuk belajar dan mengeksplorasi skill photograohy-nya. Dan pada akhir camp bakal diadain kompetisi antar peserta untuk dinobatkan sebagai "POMATEAR" (Potato Master of The Year).
Pomatear adalah peserta yang paling berbakat dan diakui kreatifitasnya. Ya, istilah gampangnya Pomatear adalah peserta yang paling master deh. Pokoknya Pomato Camp itu keren banget! Gue rasanya pengen ikutan juga. Tapi yang bisa ikut cuma orang yang udah dikandidatin sama ketua.
Setelah si bang Egy dodol ngejelasin panjang lebar tentang Dimas dan Potato Camp (padahal sebenernya gue udah lama tau tentang Potato Camp. hehehe). Bang Egy ngucapin sesuatu yang bikin gue WOW banget!
"Bie, tahun ini elo aja yang ikut Potato Camp ya? Mau nggak?"
Whaaaat? Serius nih bang Egy nyuruh gue ikutan Potato Camp?! Dengan refleks dan antusiasnya gue pun ngejawab.
"MAU BANG MAU! Siap banget gue! Serius nih?!" Gue sampe berdiri dari posisi duduk.
Tapi yang ada bang Egy dan Dimas ketawa ngakak.
"Bie, elo kayak bayi dapet susu sebaskom aje, girang banget! Hahaha. Iya gue serius. Soalnya gue ngerasa kalau elo punya bakat yang oke buat dikembangin. Jadi, tahun ini elo aja yang ikut ya".
Dimas pun juga ikutan ngomong "Hahaha, Gy, junior lo lucu juga ya? Hahaha". Kata Dimas.
Saat itu juga kewarasan gue pun balik. Muka gue jadi merah kayak kepiting rebus. Malu banget bertingkah konyol di depan ketua yang punya event gede gitu.
"Hehe, maaf kak Dimas. Tadi lagi kesenengan". Gue pun minta maaf.
"Lah lah lah? Kok minta maaf? Santai aja sama gue. Oia, dan jangan panggil gue make 'Kak'. Lagian umur gue sama lo cuma beda dua tahun kok". Kata Dimas sambil nepok pundak gue.
"Hehe, iya kak.. eh Dimas. Okelah kalau begitu".
Walah ternyata ketua Potato Camp baik juga ya orangnya. Asik juga. Dan.. um.. ganteng juga. Huehehe. AH NO..NO..NO..! Ngaco aja otak gue! Dasar centil nih pikiran.
Kak Dimas pun ngasih info kalau ada briefing tanggal 9 Juli 2011 di Potato Camp Jakarta. Masalah pendaftaran bakal diurus sama bang Egy tercinta. Jadi gue nggak usah repot-repot buat daftar. Thank you berat ya bang Egy. Hehehe.
Sip kalau begitu! Pengalaman dan cerita baru gue akan dimulai. Wiyaaaaa~!
to be continued...