Jumat, 13 Agustus 2010

Wish Come True



Ada yang bilang kalo kita punya cita-cita yang pengen kewujud, kita mesti tulis apa aja cita-cita kita itu.
Makanya itu, sekarang gw mau tulis cita-cita yang pengen banget jadi kenyataan. Ini dia :


1. Setiap semester gw dapet IP kepala 3. Kalo bisa 3,5 keatas.

2. Lulus dengan IP 3,5 dan ber-skill baik.

3. Dapet kerja yang gaji awalnya lumayan.

4. Lanjutin S2 dari beasiswa di salah satu kampus di Inggris.

5. Balik ke Indonesia & dapet posisi kerja yg bagus dengan modal pengalaman kerja+S2.

6. Beliin ortu barang.

7. Beli rumah di jakarta / BSD.

8. Beli mobil sendiri.
9. Dapet suami yang baik, good-looking, setia, dan pekerjaan yang bagus.

10.Bisa holiday ke jepang. Kalo bisa sama pasangan gw nanti. :3

11.Punya keluarga yang harmonis dan anak2 yang soleh+cakep.

12.Meninggal masuk surga.


update :

a. Bisa jago banget skill photography nya.
b. Main piao gw lancar banget, bisa maenin lagunya Maksim/Mozzart. AMIEN!


AMIEEEEN!! Semoga semua itu bisa gw raih, insya allah. :)

Whykie (kucing masa lalu)

Tiba-tiba gw keingetan sama seekor kucing yang dulu pernah gw pelihara. Namanya Whykie. Kenapa namanya Whykie?
Soalnya motif bulunya dia hitam putih. Jadi namanya Whykie (White Black Kitty). Jenis kelaminnya jantan.

Pertama kali gw ketemu sama Whykie, itu di saat gw baru-baru pindah di rumah gw yang sekarang. Sekitar 8 tahun yang lalu lah. Berarti kira-kira gw masih SD kelas 6.

Jadi gini ceritanya, gw lagi duduk-duduk di depan pager rumah sambil makan apa gitu (gw lupa). Tiba-tiba ada kucing lewat dan deketin gw (si Whykie).
Dia ngeong-ngeong. Ihh muka nya lucu banget deh waktu itu! >u<
Wah gw gemes dong! Apalagi gw suka banget sama binatang satu ini (baca: kucing).
Si Whykie ngeliat ke arah makanan yang lagi gw makan. Itu tandanya dia pengen. Hahaha.

Yaudah gw kasih aja ke dia. Trus dimakan deh sama dia.
Gw ngeliatin aja dia lagi makan sambil senyum-senyum.
Nah sehabis dia selesai makan, gw becandain dia. Gw ambil satu batang sapu lidi trus gw gesek-gesekin ke aspal biar kayak uler gitu.
Kan kucing suka gabisa diem+penasaran sama suatu hal yang bergerak-gerak.
Eh ternyata dia respon. Dia kejar itu sapu lidi. Tapi gw angkat ke atas sapu lidinya dan dia loncat-loncat!
Hahaha, lucu banget! Abis itu dia gw peluk2 + di elus2. Kucing kan suka banget di elus2. :3

Nah sejak saat itu, si Whykie jadi suka main ke rumah gw. Dan sampe sekarang gw nggak tau itu kucing rumahnya dimana? Kayaknya sih kucing liar. Tapi anehnya, bulunya bersih, gemuk, dan nggak rontok. Itu yang bikin gw suka banget. :D

Nah, biar jadi tanda itu kucing gw (asal ngakuin aja gw, hahaha) gw kasih aja dia kalung di lehernya. Tapi kalungnya tau nggak dari apa? Dari tali rafia! Hehehe, maklum waktu itu masih bocah, ngga punya duit lebih, paling mentok buat jajan siomay lewat.

Makin hari gw makin sayaaaaaaang banget sama Whykie. Tiap pagi dan sore, gw becanda-canda sama dia. Gemeeees banget!
Mukanya yang innocent, lincah, manja pula. Rrrrrr~ :3

Tapi suatu hari gw denger berita menyedihkan.
Gw yang lagi tidur dibangunin sama tante gw. Waktu itu tante gw lagi nginep di rumah gw.
Dia bilang "Beb, itu kucing bebie yang sering main kesini, mati tuh. Keracunan makan binatang apa kayaknya. Tuh ada di samping jalan".
WHAAAT?
Otomatis gw langsung melek! Dan langsung ngecek ke TKP.
Dan ternyata bener, si Whykie udah nggak ada. Dia mati muntah2 (muntahannya ada di samping dia).
Gw nangis kejer. Yaudah, gw kuburin si Whykie di halaman rumah gw. Asli, gw sampe seminggu masih sedih gitu. Gw sayang banget sama Whykie. Baru deket eh udah mati aja dia. Gimana gw nggak sedih berat waktu itu?
Apalagi buat anak kecil yang belom ngerasain sayang sama lawan jenis. Binatang peliharaan adalah objek yang paling disayang waktu itu. Ibaratnya kayak sayang sama gebetan/pacar sekarang. :'(

Dan sekarang gw kangen Whykie :(

Tertawa, Menangis, dan Marah itu bagus loh



MARAH
1. Menurut Charles Spielberger, Ph.D., seorang ahli psikologi yang mengambil 3spesialisasi studi tentang marah. Marah adalah suatu perilaku yang normal dan sehat yakni sebagai salah satu bentuk ekspresi emosi manusi
a. Seperti bentuk emosi lainnya, marah juga diikuti dengan perubahan psikologis dan biologis. Ketika Anda marah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat, begitu juga dengan level hormon, adrenalin dan noradrenalin.

2. Mark Gorkin—seorang konsultan pencegahan stres dan kekerasan— membagi marah dalam empat kategori; marah yang disengaja, marah spontan (marah yg dilakukan secara tiba-tiba), marah konstruktif (marah yang disertai ancaman terhadap orang lain) dan marah destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bers
alah).

3. Marah ju
ga merupakan satu bentuk komunikasi. Karena adakalanya orang lain baru mengerti maksud yang ingin disampaikan ketika kita marah. Bentuk penyampaian marah bisa berbeda-beda bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budayayang membentuknya. Di Jepang, orang sering diam saat marah karena memang orang-orang Jepang tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan orang Amerika yang lebih berterus terang mengungkapkan perasaannya atau sama halnya dengan Suku Batak di tanah air kita.

4. Marah adalah manusiawi. Marah yang bisa berdampak buruk adalah marah yang tidak dikelola. Sebaliknya bila Anda mampu mengelola amarah dengan tepat, maka ekspresi kemarahan Anda justru akan menyehatkan. Hal ini sudah terbukti pada sebuah penelitian yang menyatakan marah akan lebih baik daripada memendam perasaan jengkel.

5. Bagaimana marah yang menyehatkan itu? Yakni marah yang beralasan yang bukan karena faktor subjek
tif semata. Lontarkan kemarahan atau kejengkelan Anda sewajarnya saja. Sampaikan, penyebab utama kejengkelan itu. Bukan marah yang sekadar menuruti emosi yang meledak-ledak, kemudian melampiaskannya melalui kata-kata, ekspresi dan perlakuan yang kasar karena dapat merugikan orang lain. Untuk itu, dalam keadaan marah kita harus mengedepankan rasio. Sehingga kemarahan itu jadi lebih terkendali

6. Bagi Anda yang selama ini kerap mengumbar marah tanpa alasan kuat, ada 4 langkah yang dapat dilakukan:

- Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang memengaruhi seseorang menjadi marah secara berlebihan. Bila telah diketahui dan diperbaiki kesalahan ini, umumnya Anda bakal lebih mudah mengendalikan marah.


- Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil yang menghambat kemampuan untuk mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.

- Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.

- Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.


MENANGIS

1. Menangis adalah ekspresi dari emosi yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan. Hal ini dipicu karena air mata yang keluar saat menangis mengandung zat mangan dan hormon prolaktin yang cenderung meningkat ketika seseorang dilanda frustrasi/depresi. Keluarnya kedua zat tersebut dari tubuh secara otomatis menurunkan depresiyang tengah diderita.

2. Ada 3 jenis air mata. Pertama, air mata basal yang diproduksi untuk melubrikasi mata secara teratur. Kedua adalah air mata ya3ng keluar secara refleks karena dipicu oleh iritasi yang dapat terjadi oleh pengaruh bawang atau lainnya. Yang ketiga adalah air mata yang keluar karena pengaruh emosi. Jenis air mata terakhir inilah yang memiliki zat mangan dan hormon prolaktin tertinggi. Jadi, ketika seseorang menangis karena emosi yang melanda dirinya, keluarnya air mata tersebut secara naluriah me
ngurangi perasaan depresi yang ada hingga tubuh mencapai kondisi stabil.

3. Menangis yang sehat adalah menangis sepuasnya hingga rasa sedih atau beban emosi yang membebani terasa berkurang. Dengan begitu, usai menangis akan timbul perasaan nyaman.



TERTAWA 1. Tertawa bermanfaat untuk kesehatan. Tertawa melepaskan energi positif yang menstimulasi otak untuk melepaskan pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi yang dialami tubuh. Menurunnya tingkat depresi pada tub3uh menyebabkan sistem kekebalan tubuh pun meningkat secara otomatis sehingga tubuh terasa lebih segar dan sehat.

2. Ketika tertawa, tubuh akan menghasilkan hormo
n endorphine yang memberikan rasa nyaman bagi tubuh (sebagai penenang alami). Tertawa dapat meredakan stres bahkan dipercaya dapat membuat orang lebih awet muda.

3. Tertawa juga dipercaya dapat bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan atas suatu penyakit yang tengah diderita. Dengan tertawa peredaran darah dalam tubuh akan lancar, kadar oksigen dalam darah meningkat. Selain itu, tekanan darah akan normal.

4. Tertawa yang sehat adalah yang lepas, gembira dan dilakukan dengan sepenuh hati. Ketika tertawa, otot-otot di sekitar wajah pun mendapatkan stimul
asi. Sehingga dapat sekaligus untuk senam wajah, mengendurkan ketegangan otot-otot di wajah.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4620942

Rabu, 11 Agustus 2010

poem : terang vs gelap



















aku bisa melihatmu disaat gelap
disaat tidak ada cahaya setitik pun
dirimu selalu memancarkan cahaya
cahaya yang menyilaukan mataku
dari mata, kepala, tangan, kaki, dan mulutmu

kau bisa melihatku disaat terang
disaat cahaya cukup untuk matamu melihat
baru engkau dapat melihatku
apabila gelap, kau menjadi buta
tak ada yang bisa kau lihat
apalagi melihatku

kau bilang aku menyebalkan
mengapa aku selalu berdiri di tempat yang tidak bisa kau lihat?

tapi itu bukan salahku!
aku tetap bisa melihatmu!
walaupun tidak ada cahaya setitikpun

kau hanya melihatku disaat terang
mengapa kau tidak bisa melihatku juga disaat gelap?!
seperti aku melihatmu

perbedaan pengelihatan inilah sebabnya
yang membuat kita tidak bisa bertemu
yang membuat kita tidak pernah menemukan satu sama lain

tatapan matamu, pengelihatanmu...
tidak sama seperti punyaku.
cahaya hanya terpancar dari dirimu
sedangkan aku tidak
jelas saja kita tidak bisa saling melihat
di saat gelap

mungkin kita harus mencari
mencari seseorang yang dapat membalas pengelihatan kita
seseorang yang dapat saling melihat
baik di saat terang maupun gelap

sayangnya...
orang itu bukan kita

Bebie Violindamel
11 Agustus 2010

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...